Kamis, 06 Desember 2012

APA ITU ADVOKASI ?



APA ITU ADVOKASI ?

            Advokasi indetik dengan kerja keras dan dapat menjadi sesuatu yang memberatkan pikiran kita. Namun, advokasi memberika semangat untuk membela kebenaran dan melawan ketidakadilan yang didapatkan di kampus. Walaupun begitu, sebenarnya apa arti dari advokasi itu sendiri. Berdasarkan dalam kamus hukum, kata advokasi adalah kata kerja dari kata benda advocaat (belanda) yang berarti penasehat hukum, pembela perkara atau pengacara. Advokasi sendiri bisa diartikan sebagai proses pembelaan suatu perkara dalam koridor hukum yang berlaku. Ada beberapa jenis pembedaan advokasi, yaitu :
1.      Advokasi litigasi – non litigasi (pengadilan – di luar pengadilan)
2.      Advokasi kasus – non kasus (kebijakan)
3.      Advokasi Pengorganisasian – Legislasi ( Atas – bawah )
4.      Advokasi pemenuhan hak asasi,politik – ekonomi, sosial, budaya


Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa advokasi bukan hanya pekerjaan yang  bisa dilakukan oleh pengacara di dalam pengadilan. Namun, kegiatan advokasi bisa dilakukan oleh perseorangan/kelompok tertentu diluar pengadilan.
Menurut almarhum Mansour Faqih (2000) adalah media atau cara yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap maju. Dalam buku “membela taman sebaya” disebutkan bahwa “ advokasi is defined is the promotion of cause or the influenching of policy , founding streams or other politically determined activity “ artinya advokasi adalah promosi sebab atau pengaruh sebuah kebijakan atau aktifitas lainnya yang ditentukan secara politik.
Advokasi juga merupakan langkah untuk merekomendasikan gagasan kepada orang lain atau menyampaikan suatu isu penting untuk dapat diperhatikan masyarakat serta mengarahkan perhatian para pembuat kebijakan untuk mencari penyelesainnya serta membangun dukungan  terhadap permasalahan yang diperkenalkan dan mengusulkan bagaimana cara penyelesaian masalah tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematik dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan perubahan dengan memberikan sokongan dan pembelaan terhadap  kaum lemah. Advokasi sendiri meletakkan korban kebijakan sebagai subjeknya, boleh menjadi alat siapa saja yang ingin memperjuangkan perubahan kebijakan untuk tegaknya keadilan social, bermain dalam arena politik tanpa harus menjadi politisi, membutuhkan daya cipta dan imajinasi yang tinggi,  
Sehingga advokasi juga merupakan suatu proses komunikasi yang terencana untuk mendapat dukungan dan keputusan sehingga masalah bisa dipecahkan. Advokasi sendiri merupakan suatu ilmu dan seni. Walaupun merupakan suatu ilmu, advokasi sendiri dari sudut pandang keilmuan tidak memiliki formula yang baku. Keberhasilan dalam beradvokasi dapat diperoleh jika direncanakan secara sistematis.
Dalam mengampu peran-peran advokat, seorang advokat tidak boleh bertindak sembarangan. Dia harus memperhatikan hal-hal seperti bekerja secara profesional, membela kebenaran dan keadilan, khususnya bagi kaum yang tertindas. Walaupun posisi kita hanya sebagai mahasiswa bukan sebagai advokat. Namun, kita bisa menjadi seorang advokat di kampus.
Advokasi jika dikaitkan dalam skala masalah yang dihadapi bisa dikategorikan kepada 3 jenis yaitu (1) Advokasi diri, yaitu advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan bahkan sangat pribadi (2) Advokasi kasus, yaitu advokasi yang dilakukan sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok yang belum memiliki kemampuan membela dirinya dan kelompoknya (3) Advokasi kelas, yaitu sebuah proses mendesakkan kebijakan publik atau kepentingan satu kelompok masyarakat (dalam hal ini pelajar dan remaja) dengan tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang berujung pada lahirnya kebijakan yang melindungi atau berubahnya legislasi yang dianggap tidak adil. Lalu bagaimana dengan advokasi yang dilakukan di kampus, advokasi yang ada di kampus bisa dilakukan dengan cara mengadvokasikan biaya spp yang dikira masih mahal untuk mahasiswa ataupun adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak kampus kepada para mahasiswa, baik yang dirasakan oleh seluruh mahasiswa maupun sebagian mahasiswa. Jika salah satu teman seperjuangan kita mendapatkan ketidakadilan, maka kita wajib membela agar kebenaran dan keadilan serta kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa.
Dalam dunia pendidikan, kita yang sudah membayar uang kuliah tentu memiliki hak untuk menerima bahan kuliah yang sesuai dengan prosedur yang jelas. Selain itu, fasilitas yang memadai juga harus didapatkan oleh mahasiwa, karena melihat dari ruang kuliah ada beberapa fasilitas penunjang yang tidak memadai contohnya seperti yang ada pada ruangan IV, dimana ada sedikit kerusakan pada LCD, lalu ada AC yang juga tidak menyala. Hal-hal yang seperti itulah yang mengganggu proses perkuliahan dan mempengaruhi suasana perkuliahan. Selain itu, fasilitas lainnya ada pada kamar mandi yang di lantai dua yang tidak ada lampunya dan keran air yang rusak.
Dari sekian permasalahan yang ada di kampus mungkin masalah UKT yang masih menjadi perbincangan dan menjadi penolakan dari para mahasiswa. Kenapa UKT di tolak? Karena UKT dinilai memberatkan mahasiswa serta besar UKT yang harus dibayarkan tiap semester dengan jumlah yang sama. Biaya UKT jurusan Kesehatan Masyarakat  adalah 3,5 juta rupiah yang harus dibayarkan tiap semester, jika  3,5 juta dikalikan dengan jumlah semester yang diambil contohnya 8 semester totalnya adalah 28 juta rupiah. Biaya UKT seperti ini lebih mahal dari biaya yang biasa, dimana pada hanya awal semester saja yang mahal dan seterusnya biaya kuliah lebih murah. Ada yang berpendapat bahwa biaya UKT ini justru lebih meringankan karena biaya pada awal semester lebih murah dan dilain pihak memang biaya meringankan diawal semester, namun mencekik di semester berikutnya karena harus membayar biaya kuliah yang sama. Hingga saat ini Biaya UKT masih menjadi pro dan kontra didunia perkuliahan.


Citra Yunila Lestari
G1B012087

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar